1.Pelangi terjadi karena ada sinar matahari, titik air
hujan, dan kita yang melihatnya. Namun selain ketiga syarat itu, perlu juga
urutan yang tepat, yaitu matahari harus cukup rendah di kaki langit (karena itu
mengapa pelangi tidak terjadi di siang yang terik), dan kita harus berada
membelakangi matahari untuk melihat pelangi.
Sinar matahari melewati butir-butir air hujan, lalu butiran
air hujan itu membiaskan sinar itu dan “pecah” menjadi warna-warna yang cantik.
Untuk percobaan kamu bisa menggunakan selang air yang di
semprotkan membelakangi matahari, akan nampak “pelangi buatan” kamu.
Susunan warna pelangi berturut-turut dari lengkung terluar
adalah Merah, Jingga, Kuning, Hijau, Biru, Nila ,Ungu. Adakalanya juga muncul
dua pelangi yang muncul bersamaan, pelangi “kembaran” ini lebih besar dan lebih
pucat, serta urutan pita warnanya kebalikan dari pelangi “asli”. Situasi ini
disebabkan karena berkas cahaya matahari di pantulkan dua kali pada tiap tetes
air hujan.
Dari penjelasan tersebut, jelaslah bahwa pelangi adalah
hasil tipuan cahaya, bukan sesuatu yang berupa “benda” yang bisa dijadikan
jalan bidadari yang turun mandi, atau jalan dewa-dewa.
Sesuai persyaratan terjadinya pelangi, yaitu adanya
matahari, hujan, dan orang yang melihat, maka, pelangi yang kamu lihat adalah
benar-bensr pelangi milik kamu sendiri, orang lain di tempat lain akan melihat
pelangi-nya sendiri.
Pelangi adalah salah satu fenomena optik yang terjadi secara
alamiah dalam atmosfir bumi. Dalam fisika, warna-warna lazim diidentifikasikan
dari panjang gelombang. Misalnya, warna merah memiliki panjang gelombang
sekitar 625 – 740 nm, dan biru sekitar 435 – 500 nm. Kumpulan warna-warna yang
dinyatakan dalam panjang gelombang (biasa disimbolkan dengan λ) ini disebut
spektrum warna. Warna-warna ini adalah komponen dari cahaya putih yang disebut
cahaya tampak (visible light) atau gelombang tampak. Komponen lainnya adalah
cahaya yang tidak tampak (invisible light), seperti inframerah (di sebelah
kanan warna merah) dan ultraviolet (di sebelah kiri jingga). Sinar putih yang
biasa kita lihat (disebut juga cahaya tampak atau visible light) terdiri dari
semua komponen warna dalam spektrum di atas – tentu saja ada komponen lain yang
tidak terlihat, disebut invisible light.
Alat paling sederhana yang sering dipakai untuk menguraikan
warna putih adalah prisma kaca. Sebuah prisma kaca menguraikan cahaya putih
yang datang menjadi komponen-komponen cahayanya. Di alam ini tidak hanya prisma
yang bisa menguraikan cahaya. Selain itu. tetesan air dari air hujan adalah
salah satu contoh benda yang tersedia di alam yang bisa menguraikan cahaya
putih. Ketika seberkas cahaya putih mengenai setetes air, tetesan air ini
berprilaku seperti prisma. Dia menguraikan sinar putih tadi sehingga
terciptalah warna-warna pelangi. Setetes air berprilaku seperti prisma ketika
menerima seberkas cahaya putih. Cahaya tersebut sebagian dipantulkan ke arah
pengamat, sebagian lagi diteruskan. Warna dalam pelangi seperti blok-blok yang
lebar dikarenakan kita hanya melihat satu warna untuk satu tetesan air. Cahaya
matahari yang diuraikan oleh tetesan air A hanya sampai ke mata kita pada
panjang gelombang warna merah. Sementara itu, tetesan air B memberikan panjang
gelombang warna ungu. Tetesan-tetesan air di antaranya memberikan masing-masing
satu panjang gelombang pada mata kita. Sehingga pada akhirnya si pengamat
melihat pelangi dengan warna yang lengkap.
Kita hanya bisa melihat pelangi maksimal setengah lingkaran.
Untuk melihat pelangi utuh satu lingkaran, maka kita harus berdiri di tempat
yang lebih tinggi.
Ilustrasi pada gambar diatas memperlihatkan bahwa pelangi
berbentuk lingkaran. Ini adalah benar bahwa pelangi berbentuk lingkaran, bukan
parabola seperti anggapan beberapa orang. Di tanah, kita hanya melihat maksimal
pelangi setengah lingkaran. Kalau kita berdiri di atas hujan, misalnya di
pesawat terbang, maka kita bisa melihat pelangi satu lingkaran utuh. Ini semua
disebabkan oleh geometri optik dalam proses penguraian warna. Dengan geometri
optik ini juga kita bisa menjelaskan garis lurus yang melewati mata kita dan
matahari juga melewati titik pusat lingkaran pelangi. Karena pelangi tercipta
melibatkan jarak pengamat dengan tetesan air, maka pelangi selalu bergerak
mengikuti pergerakan pengamat. Ini membuat jarak kita dengan pelangi konstan
(sama), dengan kata lain kita tidak pernah bisa mendekati pelangi.
pelangi
2.Interferensi adalah
penjumlahan superposisi dari dua gelombang cahaya atau lebih yang menimbulkan
pola gelombang yang baru.
Interferensi dapat bersifat membangun dan merusak. Bersifat
membangun jika beda fase kedua gelombang sama sehingga gelombang baru yang
terbentuk adalah penjumlahan dari kedua gelombang tersebut.
Bersifat merusak jika beda fasenya adalah 180 derajat,
sehingga kedua gelombang saling menghilangkan.
Syarat Interferensi Cahaya :
Kedua sumber cahaya harus bersifat kokeren (Kedua sumber
cahaya mempunyai beda fase,frekuensi dan amplitude sama)
Thomas Young, seorang ahli fisika membuat dua sumber cahaya
dari satu sumber cahaya, yang dijatukan pada dua buah celah sempit.
Satu sumber cahaya, dilewatkan pada dua celah sempit,
sehingga cahaya yang melewati kedua celah itu, merupakan dua sumbeer cahaya
baru
Hasil interferensi dari dua sinar/cahaya koheren
menghasilkan pola terang dan gelap.
3.animasi tersebut menggambarkan peristiwa beda fase kedua
gelombang sama sehingga gelombang baru yang terbentuk adalah penjumlahan dari
kedua gelombang tersebut. Bersifat merusak jika beda fasenya adalah 180
derajat, sehingga kedua gelombang saling menghilangkan.
Nama : 1. Linda Dwi Saputri(20) XII IA 2
2. Yenni Dwi
Sahputri(38) XII IA 2
Tidak ada komentar:
Posting Komentar